Silat Harimau
Harimau dalam silat merupakan manifestasi dari kekuatan,
kelincahan, dan keanggunan alam, yang diadopsi sebagai filosofi dan teknik
dalam seni bela diri tempatan. Silat Harimau meniru gerakan
harimau -langkah rendah yang fleksibel, cakaran, serta lompatan - untuk
menciptakan gerakan yang indah namun mematikan.
Selain gerakan fisik, Silat Harimau mengajarkan nilai
moral dan etika yang selaras dengan filosofi alam, menekankan
pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam. Di Melayu
Sumatera Utara, dikenal beberapa aliran yang menggunakan jurus harimau,
seperti Silat Ababil Hijaiyah dan sejumlah perguruan lain.
Khusus untuk Silat Harimau Melayu Sumatera Utara,
kini sulit ditemukan guru besar yang menguasainya secara mendalam. Sebagian
masih diwariskan oleh murid-murid Silat Ababil Hijaiyah di Tanjung
Pura, Langkat, sebuah daerah yang dahulu dikenal sebagai salah satu pusat
silat Melayu Sumatera Timur. Dalam berbagai kisah dan hikayat, silat harimau
disebut sebagai “denai” - jejak harimau yang membawa ilham bagi bela
diri Melayu.
Dalam Majalah Jurus No. 20/Th.I/Juni 2000
bertajuk Harimau Hijaiyah dari Langkat, disebutkan kisah Ahmad
Bukhari Ramzan, juara PON IX (1977) kelas 65–70 kg, yang memiliki gaya
bertarung khas Perguruan Harimau Hijaiyah Langkat. Ia bertarung tanpa kuda-kuda
lazim, dengan tangan terbuka - satu ke atas, satu ke bawah - seolah menantang
serangan. Setiap serangan lawan disambut dengan terkaman pacih khas
Harimau Hijaiyah: kombinasi kaitan, gedoran, siku, dan lutut yang cepat serta
kuat.
Silat Harimau Hijaiyah ini dikembangkan oleh Syarifuddin
bin Mohammad Kahar dan Abdul Jalil (Atuk Guru Tua), yang
berasal dari keturunan ulama Naqsyabandiyah di Kota Pinang, Sumatera Utara.
Jurus-jurusnya dinamai menurut huruf-huruf Hijaiyah Arab — Alif,
Ba, Ta, sampai Ya - yang menunjukkan hubungan antara gerak dan makna
spiritual. Dari Langkat, silat ini menyebar ke Aceh dan
Semenanjung Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, Johor, dan Penang.
Petikan tulisan itu menyebutkan:
"In Langkat Malay, (Sumatra East), precisely
in Tanjongpura, can be found the flow of Silat Harimau is called Tiger
Hijaiyah. Here, the moment-jurusnya in accordance with the letters Hijaiyah or
Arabic script, from Alif, Ba, Ta, and so takat Yes.
Silat Harimau Hijaiyah was founded by Syarifuddin bin
Mohammad Kahar. Abdul Jalil , called Atuk Old Master, founder of Silat Hijaiyah
too. Abdul Jalil himself was the son of a sheikh of the Naqshbandi in
Kota Pinang, Rantau Prapat Sumatra East.
In the article "Hijaiyah Tiger", has a style
that is unik.Si champion Ahmad Bukhari Ramzan of College Tiger Hijaiyah
langkat. He has a style stretched one hand up and the other down in the wide,
such as inviting the opponent to attack.
"He did not do horses like a general. But once the
opponent to attack, whether with kicks or punches, instantly greeted with
terkaman "paci" Tiger Hijaiyah or a combination of hooks and knocked
stance is strong and fast. Can wear anything Ramzan do. Either elbow, knee,
arm, or the palm and fist, "writes the magazine.Hijaiyah Silat Harimau is
then developed into neighboring country, Aceh, and also spread to the
peninsula, such as Kuala Lumpur, Johor and Penang”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar