Rabu, 06 Mei 2026

Silat Harimau

 




Silat Harimau

Harimau dalam silat merupakan manifestasi dari kekuatan, kelincahan, dan keanggunan alam, yang diadopsi sebagai filosofi dan teknik dalam seni bela diri tempatan. Silat Harimau meniru gerakan harimau -langkah rendah yang fleksibel, cakaran, serta lompatan - untuk menciptakan gerakan yang indah namun mematikan.

Selain gerakan fisik, Silat Harimau mengajarkan nilai moral dan etika yang selaras dengan filosofi alam, menekankan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam. Di Melayu Sumatera Utara, dikenal beberapa aliran yang menggunakan jurus harimau, seperti Silat Ababil Hijaiyah dan sejumlah perguruan lain.

Khusus untuk Silat Harimau Melayu Sumatera Utara, kini sulit ditemukan guru besar yang menguasainya secara mendalam. Sebagian masih diwariskan oleh murid-murid Silat Ababil Hijaiyah di Tanjung Pura, Langkat, sebuah daerah yang dahulu dikenal sebagai salah satu pusat silat Melayu Sumatera Timur. Dalam berbagai kisah dan hikayat, silat harimau disebut sebagai “denai” - jejak harimau yang membawa ilham bagi bela diri Melayu.

Dalam Majalah Jurus No. 20/Th.I/Juni 2000 bertajuk Harimau Hijaiyah dari Langkat, disebutkan kisah Ahmad Bukhari Ramzan, juara PON IX (1977) kelas 65–70 kg, yang memiliki gaya bertarung khas Perguruan Harimau Hijaiyah Langkat. Ia bertarung tanpa kuda-kuda lazim, dengan tangan terbuka - satu ke atas, satu ke bawah - seolah menantang serangan. Setiap serangan lawan disambut dengan terkaman pacih khas Harimau Hijaiyah: kombinasi kaitan, gedoran, siku, dan lutut yang cepat serta kuat.

Silat Harimau Hijaiyah ini dikembangkan oleh Syarifuddin bin Mohammad Kahar dan Abdul Jalil (Atuk Guru Tua), yang berasal dari keturunan ulama Naqsyabandiyah di Kota Pinang, Sumatera Utara. Jurus-jurusnya dinamai menurut huruf-huruf  Hijaiyah Arab — Alif, Ba, Ta, sampai Ya - yang menunjukkan hubungan antara gerak dan makna spiritual. Dari Langkat, silat ini menyebar ke Aceh dan Semenanjung Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, Johor, dan Penang.

Petikan tulisan itu menyebutkan:

"In  Langkat Malay, (Sumatra East), precisely in Tanjongpura, can be found the flow of Silat Harimau is called Tiger Hijaiyah. Here, the moment-jurusnya in accordance with the letters Hijaiyah or Arabic script, from Alif, Ba, Ta, and so takat Yes.

Silat Harimau Hijaiyah was founded by Syarifuddin bin Mohammad Kahar. Abdul Jalil , called Atuk Old Master, founder of Silat Hijaiyah too. Abdul Jalil  himself was the son of a sheikh of the Naqshbandi in Kota Pinang, Rantau Prapat Sumatra East.

In the article "Hijaiyah Tiger", has a style that is unik.Si champion Ahmad Bukhari Ramzan of College Tiger Hijaiyah langkat. He has a style stretched one hand up and the other down in the wide, such as inviting the opponent to attack.

"He did not do horses like a general. But once the opponent to attack, whether with kicks or punches, instantly greeted with terkaman "paci" Tiger Hijaiyah or a combination of hooks and knocked stance is strong and fast. Can wear anything Ramzan do. Either elbow, knee, arm, or the palm and fist, "writes the magazine.Hijaiyah Silat Harimau is then developed into neighboring country, Aceh, and also spread to the peninsula, such as Kuala Lumpur, Johor and Penang”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DOA HILANG RABUN

    Mata jadi terang, tajam dan bersinar. Ayatnya ialah ayat 22 Surah Qaf  “BISMILLAHHIR RAHMANNIRRAHIM, FAKASYAFNA ‘ANKA GHITHAA-AKA ...