Rabu, 06 Mei 2026

Silat Sendeng

 



Silat Sendeng adalah aliran silat tradisional yang banyak berkembang di kalangan Bugis, Riau, dan Semenanjung Melayu. Ciri khasnya adalah posisi tubuh menyamping (sendeng) saat bertarung, untuk melindungi tujuh anggota tubuh vital sekaligus memudahkan serangan balasan.

Penulis pernah bertemu Raja Timat dari Bintan, Kepulauan Riau - seorang bangsawan Melayu tempatan yang mewariskan silat ini secara turun-temurun. Dalam latihan, pesilat bergerak miring, melindungi muka, halkum, dan dada sambil menyiapkan serangan balik cepat dan tajam.

Silat Sendeng Bintan adalah seni bela diri tradisional Melayu yang berasal dari Bentan Penao di Pulau Bintan, Kepulauan Riau ini, unik karena menekankan gerakan yang tidak agresif, lebih fokus pada teknik "melingkupi" dan "meninggalkan" lawan daripada memukul. Tiga langkah rahasianya adalah nampak (melihat gerakan lawan), ingat (mengingat gerakan sendiri), dan sabar (menanti dan mengalah). 

Silat ini juga dikenal di Melayu Pontianak sebagai Silat Tujuh Sendeng, yang dilatih pada malam hari dan menekankan pembinaan moral dan adab muridnya. Kabarnya, pada masa Pak Long Komeng sekitar tahun 1930-an di Tanjung Hulu Pontianak, silat ini sangat disegani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DOA HILANG RABUN

    Mata jadi terang, tajam dan bersinar. Ayatnya ialah ayat 22 Surah Qaf  “BISMILLAHHIR RAHMANNIRRAHIM, FAKASYAFNA ‘ANKA GHITHAA-AKA ...